Waspadai Kanker Payudara dan Serviks
>> PKK Ajak Remaja
Kenali Kanker
TIGARAKSA,SN—Kanker
payudara dan kanker serviks merupakan salah satu
penyakit terbesar di Indonesia, yang menyebabkan kematian bagi wanita. Hal itu terungkap dalam kegiatan Sadari (Periksa Payudara Sendiri) dan
Deteksi Kanker Payudara di Gedung Serba Guna Kabupaten Tangerang,
Senin (9/5).
“Saat ini kanker payudaran bersama dengan kanker serviks,
tentunya merupakan salah satu penyakit terbesar di Indonesia yang menyebabkan
kematian bagi wanita. Tingginya angka kematian ini, karena mayoritas masyarakat
mengetahui terkena kanker ketika sudah memasuki stadium lanjut,” kata
Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Yuli Zaki Iskandar ketika menyampaikan sambutannya.
Lanjut Yuli, kegiatan ini merupakan
salah satu langkah PKK Kabupaten Tangerang sebagai
mitra Pemkab Tangerang, dalam
meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat menuju masyarakat
gemilang.
“Kami tentunya selalu siap untuk membantu melakukan
deteksi penyakit payudara dan serviks. Karena panyakit ini
merupakan momok menakutan. Hal tersebut disebabkan oleh
minimnya edukasi. Karena itu, kami mencoba menyebarkan
informasi melalui kegiatan ini,” tandasnya.
Saat ini tim PKK
Kabupaten Tangerang
sudah menyebarkan kader-kadernya hingga ke tingkat desa, untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar melakukan
deteksi dini dengan tes Inspeksi Visual Asetat (IVA).
“Awalnya memang sulit membujuk para ibu-ibu
rumah tangga untuk melakukan tes, karena mereka takut. Namun setelah kami turun, tentunya
saat ini sudah banyak yang mau dites IVA,” jelasnya.
Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Linda Agum
Gumelar mengatakan, pihaknya sengaja memberikan penyuluhan dan
sosialisasi terkait pengenalan dan deteksi dini kanker payudara kepada para
remaja di setiap daerah.
“Hal ini karena kanker payudara masih menjadi
faktor kematian terbesar di Indonesia. Para penderitanya takut dan enggan
memeriksakan secara dini kanker yang dideritanya. Hal tersebut karena kurangnya
informasi masyarakat tentang kanker, baik bahayanya maupun
pendeteksian dininya,” katanya.
Meski tak dapat diketahui bagaimana kanker payudara,
Linda menjelaskan, setidaknya dapat dideteksi dengan adanya benjolan di
payudara. Pihaknya memperkenalkan metode Sadari (Periksa
Payudara Sendiri) untuk dapat mencoba mendeteksi sendiri terkait kanker
payudara.
“Kalau para remaja putri ini merasakan benjolan
di area payudara dan benjolan tersebut terus ada, harus segera memeriksakan ke
dokter, jangan ke dukun. Kanker itu jangan dijadikan momok yang menakutkan
tapi, jangan pula dijadikan hal yang gampang. Di sini, kita harus Sadari untuk
dapat mengurangi penderita kanker,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki
Iskandar mengatakan, kegiatan sosiliasasi ini sangat panting untuk mencegah secara dini. Harapannya ketika ditemukan ada gejala, masyarakat dapat mengetahui secara cepat
dan tepat untuk penanganannya.
“Karena masih banyak yang memang belum
mengetahui, karena itu kita perlu
berbagai elemen masyarakat penyambung lidah informasi agar menjadi duta
masyarakat terkait informasi kanker payudara ini,” pungkasnya. (sayuti/aditya)